Sabtu, 16 Juni 2012

11 HAL YANG SERBA PERTAMA DI DUNIA MAYA

11 HAL YANG SERBA PERTAMA DI DUNIA MAYA
Ternyata sangat banyak hal-hal unik yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita dalam kaitannya dengan dunia maya. Dalam informasi kali ini, akan kami berikan informasi mengenai beberapa hal yang semuanya adalah yang pertama dalam dunia maya. Anda penasaran? untuk selengkapnya, silahkan anda simak informasi berikut ini dari SituSaja

Berikut adalah 11 HAL YANG SERBA PERTAMA DI DUNIA MAYA

1. Internet Muncul ‘Pertama’ Kali di Dunia


Tahun 1492, Christoper Columbus dan kru kapalnya mengklaim telah menemukan benua Amerika yang disebutnya ‘Dunia Baru’. Hampir limaratus tahun kemudian, tepatnya pada 1969, dalam ‘Dunia Baru’ tersebut ditemukan lagi satu dunia yang tak lain adalah ‘Dunia Maya’. Tentu saja si penemu bukan lagi Columbus dan krunya, melainkan para teknisi IT di Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat. Lewat proyek ARPA/ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), para teknisi yang bermarkas di gedung Pentagon itu mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, orang bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET selanjutnya merancang bentuk jaringan, kehandalan, dan seberapa besar informasi dapat dipindahkan. Hasil dari proyek inilah yang menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Mulanya, ARPANET dibuat untuk kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat (AS) dan hanya menghubungkan 4 situs milik dari Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969. Setelah itu, ARPANET mulai diperkenalkan secara luas pada Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di sejumlah negara bagian hingga menarik minat sejumlah universitas di AS untuk bergabung. Hal ini membuat ARPANET kesulitan untuk mengatur. Untuk mengatasinya, maka ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer (keamanan nasional) dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan lagi menjadi Internet alias ‘Dunia Maya’.

2. Situs web ‘Pertama’ di dunia
Situs web pertama yang muncul di dunia maya sekaligus menandai dimulainya era World Wide Web alias ‘www’ dibuat oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee pada 6 Agustus 1991. Beliau saat itu mengorbitkan http://nxoc01.cern.chsebagai situs pertama dan kemudian diikuti dengan http://nxoc01.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html yang menjadi halaman web pertama. Sayangnya situs ini sudah mati namun anda masih dapat melihat salinannya di sini. Nah, selanjutnya untuk menampilkan situs web tadi, beliau menggunakan komputer NeXTcube sebagai server web yang menjadikan komputer seharga USD 6.500 itu sebagai server web pertama di dunia.

Tahun 1994, Sir Tim Berners-Lee mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) di Massachusetts Institute of Technology dan sampai sekarang masih menjabat sebagai ketua. Sumbangsih beliau dalam dunia maya sangat besar karena World Wide Web yang merupakan hasil karyanya tidak dipatenkan sehingga sampai saat ini kita masih bisa menggunakan secara bebas. Atas jasa-jasanya itu, Sir Tim Berners-Lee dianugerahi gelar kehormatan KBE oleh Ratu Elizabeth II pada 16 Juli 2004.

- Situs Web Pertama di Indonesia
Di Indonesia sendiri tidak ada informasi akurat tentang siapa yang pertama kali membuat situs web. Yang jelas, internet baru mulai dikenal luas di negeri kita pada tahun 1994 dan saat itu beberapa situs web yang dibuat oleh orang Indonesia hanya menumpang hosting di beberapa universitas luar negeri karena status mereka yang sedang menuntut ilmu di sana. Setelah tamat dan pulang ke Indonesia, tentu saja situs-situs yang dibuat tersebut sudah tidak bisa diakses lagi karena sudah dihapus oleh universitas pemilik hosting. Satu-satunya yang mungkin tersisa adalah situsnya pak Budi Rahardjo: http://indonesia.elga.net.id yang mengklaim sebagai situs web pertama yang menyajikan informasi tentang Indonesia. Menurut pak Budi Rahardjo, situs webnya sudah ada sebelum browser Netscape ditemukan pada 1994 dan saat itu masih menumpang hosting di Universitas Manitoba, Kanada sehingga beralamat urlhttp://www.umanitoba.ca/indonesian. 

3. Domain ‘Pertama’ di dunia


DNS (Domain Name Server/Service) atau yang sering disebut ‘Domain’ saja berfungsi untuk mempermudah pengguna internet saat melakukan akses ke server untuk menerjemahkan IP address komputer. Domain pertama kali dibuat pada tahun 1984 yang terdiri dari domain top level seperti [dot]COM, .ORG, .EDU, .GOV, .MIL dan ccTLD.

-Tanggal 15 Maret 1985, domain komersial pertama (.com) didaftarkan atas nama Symbolics.comoleh perusahaan komputer Symbolics Inc., menyusul kemudian 5 domain berikut: bbn.com (24 April 1985), think.com (24 Mei 1985), mcc.com (11 Juli 1985) dec.com, (30 September 1985) northrop.com (7 November 1985) Bulan April 1985, domain yang diperuntukkan bagi institusi pendidikan [.edu] pertama kali terdaftar atas nama cmu.edu, purdue.edu, rice.edu and ucla.edu
-Juni 1985, domain yang diperuntukkan bagi institusi pemerintahan [.gov] pertama kali terdaftar atas nama css.gov
-Juli 1985, domain yang diperuntukkan bagi organisasi [.org] pertama kali terdaftar atas nama mitre.org
-Hingga Juni 2010, menurut statistik Domaintools tercatat ada 119.928.149 domain aktif dan 87.818.851 di antaranya adalah domain [.com]
-Nama domain terpanjang (63 karakter huruf) dimiliki oleh tiga domain berikut ini:http://www.thelongestlistofthelonges…atlonglast.com http://iamtheproudownerofthelongestl…nthisworld.comhttp://www.llanfairpwllgwyngyllgoger…chuchaf.org.uk

-Domain terpendek (1 karakter) dimiliki oleh beberapa perusahaan terkemuka dunia, namun yang paling terkenal adalah domain milik google: g.cn

4. E-mail ‘Pertama’ di dunia

Pada tahun 1971, Ray Tomlinson memulai proyek SNDMSG. Lalu ia melanjutkan eksperimen dengan menggunakan file protocol yang bernama CYPNET sehingga program SNDMSG bisa mengirim pesan ke komputer lain yang berada di dalam jaringan ARPANET. Itulah awal terciptanya sebuah ‘e-mail’ atau surat elektronik. Pesan e-mail yang pertama kali dikirim Ray, dan merupakan e-mail yang Pertama di dunia adalah “QWERTYUIOP”.

5. Search Engine ‘Pertama’ di dunia

Jauh sebelum Google merajai dunia search engine (mesin pencari), langkah mereka sudah dirintis oleh Alan Emtage yang saat itu masih berstatus mahasiswa di McGill University, Kanada. Tahun 1990, dia membuat search engine pertama di dunia dengan kemampuan masih terbatas yang diberi nama “Archie” (diambil dari kata archives). Archie kemudian diikuti oleh “Veronica”, “Jughead” dan “Wandex” pada 1993. Para pemain besar baru muncul beberapa tahun kemudian; Google (1998), Yahoo! Search (2004), dan MSN (2005; dilebur menjadi Bing pada 2009)

7. Broser ‘Pertama’ di dunia

Tanggal 22 April 1993, Marc Andreessen melalui proyek National Center for Supercomputing Applications (NCSA) merilis browser yang lebih canggih: Mosaic. Karena fiturnya yang ‘user friendly’ dan sudah bisa memuat gambar, Mosaic menjadi populer dan sering dianggap sebagai ‘browser pertama yang sebenarnya’. Tahun 1994, Marc Andreessen keluar dari proyek NCSA dan merilis browser Netscape Navigator. Netscape kemudian berhasil menenggelamkan Mosaic dan menjadi penguasa browser. Setahun berikutnya muncul pesaing berat: Internet Explorer produksi Microsoft. Persaingan Netscape dan Internet Explorer (IE) di periode 1995-1998 dikenal sebagai “Perang Browser”. IE yang menjadi pemenang perang browser sampai saat ini masih menguasai pasar browser dengan statistik jumlah pengguna sekitar 60% dibayangi oleh Firefox 24% dan Chrome 7%.

8. Instant Messengger ‘Pertama’ di dunia

Fitur chating-chatingan (instant mesengger) sebenarnya sudah ada saat internet mulai dikenal pada 1969, namun yang diakui sebagai program instant mesengger pertama adalah ICQ hasil karya Yair Goldfinger, Arik Vardi, Sefi Vigiser, dan Amnon Amir yang dirilis pada November 1996. Yahoo! Mesengger baru muncul pada 1998 dan sampai saat ini masih menguasai pasar instant mesengger.

9. Blog Pertama di dunia

Blogspot adalah situs blog pertama. Diciptakan oleh Evan Williams sebelum kemudian dijual kepada Google pada tahun 2005 seharga Rp400 milliar. Awalnya bernama Blogger dan kini lebih dikenal sebagai Blogspot. Williams adalah juga pencipta situs pertemanan Twitter yang kini lagi ngetren bersama situs sejenis, Facebook.

Setelah Blogspot, beberapa tahun lalu muncul software dan situs gratisan yang kemudian popoler dengan sangat cepat, yaitu WordPress, yang kini juga dipakai blog Gugel Gugel. Sudah ratusan ribu blogger Indonesia dan jutaan blogger dunia yang memakai WordPress. Bahkan tidak sedikit blogger yang awalnya memakai Blogspot kini beralih ke WordPress.

WordPress lebih bagus karena banyak fitur dan plugin-nya. Cuma sayang, versi WordPress.com tidak mengizinkan blogger memasang iklan, sedangkan blog gratisan di Blogspot bisa dipasangi iklan semacam Adsense dan lain-lain

10. Social Networking ‘Pertama’ di dunia
“Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda”. Begitulah kira-kira definisi social networking menurut Mark Zuckerberg. Namun, Zuckerberg bukanlah yang pertama karena konsep serupa sudah diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang menjadikannya sebagai situs social networking pertama di dunia. Tahun 1997, SixDegrees.com hadir menyempurnakan fitur-fitur Classmates.com dan menginspirasi munculnya sejumlah social networking terkemuka seperti Friendster (2002), MySpace (2003), Facebook (2004) dan Twitter (2006)

11. Internet Hoax ‘Pertama’ di dunia

Hoax atau berita palsu hampir tiap hari akan kita dapatkan di internet. Bahkan setiap tanggal 1 April bisa dipastikan kita akan menerima hoax berkaitan dengan even April Mop. Kebetulan pula, hoax pertama kali beredar di internet pada 1 April 1984 yang mengabarkan bahwa (ex negara) Uni Soviet akan bergabung dalam jaringan Usenet di AS.

Jumat, 08 Juni 2012

Tidak ada yang Mengalahkan Ketekunan

Tidak ada yang mengalahkan ketekunan

Menurut Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich, rahasia menaklukkan rintangan adalah ketekunan.
Menurut Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich, rahasia menaklukkan rintangan adalah ketekunan.
Ketekunan adalah usaha terus menerus tanpa berhenti dan menyerah untuk mencapai impian dan tujuan hidup kita, Ketekunan adalah rahasia untuk meraih kekayaan dan keinginan kita katanya. Ketika kita menekuni untuk mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita maka cepat atau lambat kita akan berhasil.
Masalah kita selama ini memang salah satunya berasal dari kurang tekunnya kita. Ketika kita ingin menjadi sesuatu atau mendapatkan sesuatu kita dihadapkan pada kesulitan-kesulitan ataupun godaan-godaan berupa kesenangan yang membuat kita tidak tekun bekerja. Sehingga hasilnya keinginan kita tidak tercapai. Ternyata penyebab utamanya memang kurangnya ketekunan kita.
Perkataan seorang Penulis buku sukses kelas dunia yaitu John C Maxwell diatas ada baiknya kita renungkan. “Jika anda tetap melakukan apa yang anda lakukan. Anda tetap mendapatkan apa yang selalu anda dapatkan”. Kata-kata “Tetap melakukan yang anda lakukan” adalah bermakna ketekunan. Jika kita memiliki ketekunan maka kita akan selalu mendapatkan apa yang kita dapatkan.
Penyebab kegagalan kita yang terutama adalah kita tidak menekuni usaha kita sampai kita mencapai apa yang kita inginkan. Kita sering menyerah sebelum sampai ke tujuan. Thomas Alva Edison pernah mengatakan “banyak kegagalan hidup yang dialami manusia disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Ini terjadi ketika mereka kemudian menyerah pasrah”. Napoleon Hil juga mengatakan kurangnya ketekunan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan.
Pengalaman beribu-ribu orang telah membuktikan bahwa kurangnya ketekunan merupakan kelemahan utama sebagian besar orang. Kelemahan itu hanya bisa dikalahkan dengan usaha dan kerasnya keinginan seseorang.
Judul diatas yaitu “tidak ada yang mengalahkan ketekunan” mengandung makna bahwa apapun kehebatan dalam diri kita, seperti kepintaran, ketampanan/kecantikan, kekuatan tubuh, semua itu tidak akan berarti apa-apa jika tanpa ketekunan. Semua itu dapat dikalahkan oleh ketekunan. Orang yang tekun bekerja walaupun dia tidak lebih pintar dari seorang yang lain yang tidak tekun bekerja pasti akan dapat menjadi pemenang dan mengalahkan orang pintar tapi tidak tekun tersebut. Seseorang yang tekun belajar walaupun dia bukanlah siswa yang jenius, tapi tekun mengerjakan tugas, tekun mendengarkan penjelasan gurunya, akan lebih sukses dibandingkan siswa yang pintar tapi tidak tekun atau malas belajar. Saya pernah punya pengalaman ketika sekolah dahulu. Ada seorang teman saya yang sering langganan menjadi juara di sekolah kami. Suatu hari sekolah mengadakan tes IQ, ternyata IQ teman saya tersebut hanya 115, walaupun IQ tersebut tergolong cerdas dan diatas rata-rata, namun ada teman yang lain ber IQ diatas 120 ternyata prestasinya jauh dibawah teman yang ber IQ 115 tadi. Ternyata penyebabnya karena dia tekun belajar, tekun menghafal dan tekun mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Ketekunan telah mengalahkan kecerdasan.
Kita mungkin juga pernah mendengar kisah klasik tentang lomba lari antara kelinci dan kura-kura. Secara logika kelinci pasti akan menang karena larinya sangat cepat, jauh dibandingkan kura-kura yang larinya sangat lambat. Namun kita mendengar akhirnya, kura-kura menjadi pemenang. Sebabnya karena kelinci meremehkan kura-kura, dia berlari dengan santai bahkan kemudian tertidur dibawah sebatang pohon rindang. Setelah terbangun dia baru menyadari kura-kura sudah hamper sampai di finish. Ketika dia berusaha mengejar, kura-kura ternyata tetap lebih dahulu sampai di finish. Kekalahan yang memalukan menimpa kelinci, karena dia sombong, lalai dan tidak tekun mencapai tujuannya. Kura-kura walaupun dia menyadari larinya lebih lambat, tapi dia tidak mau menyerah sebelum bertanding, dia terus tekun berlari dan berlari walaupun lambat. Namun akhirnya ketekunan mampu mengalahkan kekuatan dan kecepatan.
Kisah berikut ini menggambarkan ketekunan yang luar biasa dari seseorang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia dan kaumnya. Dia dilahirkan sebagai anak yang cerdas dan suka bereksperimen. Suatu ketika ketika melakukan eksperimen, matanya tertusuk jarum dan berdarah. Mata kirinya mengalami infeksi, tidak lama sesudah itu mata kanannya pun mengalami kebutaan karena infeksinya menyebar. Dia kemudian belajar piano dan sangat menyukainya. Pada usia 8 tahun ayahnya memasukkan kesekolah khusus penyandang cacat. Disana dia belajar matematika, geografi, music dan ilmu pengetahuan umum. Dia belajar menggunakan huruf-huruf yang terbuat dari logam dan diraba. Dia berpikir huruf-huruf ini tidak efektif karena terlalu besar. Dia kemudian berpikir dan mendapatkan ide membuat huruf dari kulit yang ditebalkan. Namun perkembangan idenya tersebut sangat lambat.
Pada usia 20 tahun dia mendengar seorang tentara berbicara dengan temannya tentang huruf kode dalam militer menggunakan kulit yang dicetak dengan model dank kode yang disepakati. Disinilah dia menemukan gagasannya. Dia bertanya pada perwira militer tersebut, bagaimana membuat hurufnya. Ternyata membuat huruf itu dengan menggunakan titik yang terdiri dari 12 titik. Dia kemudian mengembangkannya. Pada 1829 dia berhasil membuat huruf dengan menggunakan 6 titik saja. Pada tahun 1839 dia mengembangkan penemuannya dan menyebarluaskannya. Namun karyanya mendapat penolakan dari perguruan tinggi. Kemudian dia membuat syair lagu John Milton seorang penyair buta asal inggris dengan metode yang dibuatnya.
Meskipun hasil penemuannya ini belum diterima dia tidak menyerah. Dia secara tekun terus menyebarkan pemuan ini ke berbagai universitas di prancis. Berkali-kali dia ditolak. Sampai suatu ketika seorang murid perempuannya yang buta tampil memainkan piano di gedung pertemuan yang besar di paris. Hadirin sangat kagum dan mengapresiasi penampilan gadis tersebut. Tapi dia mengatakan sesungguhnya yang berhak menerima penghargaan adalah seorang lelaki tua yang menjadi guruku yang berhasil membuat penemuan yang luar biasa sehingga aku bisa menjadi seperti ini. Sekarang dia sedang terbaring sakit , sendirian dan jauh dari masyarakat.
Sejak saat itu media massa sering menampilkan profil dan penemuannya. Pemerintah pun akhirnya member penghargaan kepadanya. Pihak perguruan tinggi akhirnya mengakui karya dan metodenya tersebut. Ketika itu orang-orang datang mengunjunginya. Dia berkata sambil menangis gembira. Sesungguhnya dalam hidup ini aku hanya 3 kali menangis. Pertama, ketika mataku buta tertusuk jarum. Kedua, ketika aku berhasil menemukan metode membaca untuk orang buta ini. Ketiga, ketika saat ini aku menyadari hidupku tidak berlalu sia-sia. Dia akhirnya meninggal pada usia 43 tahun. Namun pemerintah prancis memberikan penghargaan dan membuat patungnya di desa kelahirannya. Pada 1929 saat 100 tahun setelah penemuan huruf tersebut pemerintah prancis memperingati saat tersebut dengan mengabdikan jasanya sebagai pahlawan bagi orang buta, yang berhasil membuat 20 juta orang buta diseluruh dunia mampu membaca dengan metode yang efektif dan efisien sehingga mereka dapat memiliki ilmu seperti manusia normal. Siapakah dia? Yang dengan ketekunannya menghasilkan karya yang bermanfaat sampai hari ini. Dialah Louis Braille. Penemu huruf Braille. Berbekal ketekunan dia berhasil menggapi cita-citanya dan menjadi orang berguna bagi orang lain.
Semua orang-orang sukses, atlit-atlit hebat, penemu-penemu besar memiliki rahasia keberhasilan mereka. Rahasia tersebut adalah ketekunan. Seorang pemain sepak bola terkenal seperti Lionel Messi, David Beckham, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, berhasil mengasah talenta dan bakat mereka, karena mereka tekun berlatih setiap harinya. Bukan sehari dua hari. Atau sebulan dua bulan, tapi bertahun-tahun lamanya.
Kisah hidup seorang Arnold Scwarzenegger dapat menjadi inspirasi bagi kita. Dia adalah seorang pemuda yang dilahirkan disebuah desa kecil tanpa alat komunikasi. Bahkan hanya ada satu TV di restoran di desa itu. Keluarganya juga sangat sederhana. Prestasi sekolahnya pun rata-rata. Tapi dia dikenal sebagai seorang yang periang dan bersemangat. Dia bercita-cita untuk menjadi seorang besar. Salah satu cita-citanya adalah menjadi atlet Binaragawan. Berbekal latihan dan ketekunan pada tahun 1966 sampai tahun 1975 dia memenangkan 5 gelar Master Universe dan 6 gelar Mr Olimpia. Kemudian dia bercita-cita lagi menjadi seorang bintang film. Dengan tekun dia menawarkan diri sebagai artis. Banyak sutradara yang awalnya meragukan kemampuannya. Namun akhirnya dia berhasil membintangi beberapa film yang akhirnya menjadi film terlaris seperti Conan the Barbarian, Terminator, Command, Predator, Commando, Total Recall dan lain-lain.
Setelah sukses didunia film. Kemudian dia bercita-cita menjadi seorang politisi dan Gubernur. Dia menekuni cita-citanya tersebut sampai akhirnya di terpilih sebagai Gubernur California dari Partai Republik. Dia diramalkan menjadi salah seorang Calon Presiden dari Partai Republik. Kenapa seorang Arnold Scwarzenegger berhasil menggapai cita-citanya. Kuncinya adalah ketekunannya dalam menggeluti bidang yang dia inginkan sampai berhasil.
Dalam beribadah pun ketekunan sangat kita butuhkan untuk dapat meraih keridhoan Allah swt. Orang yang diterima ibadahnya oleh Tuhan adalah orang yang tekun beribadah kepada-Nya. Orang yang doanya dikabulkan adalah orang yang tekun berdoa kepada-Nya. Orang yang masuk surge adalah orang yang tekun berbuat kebaikan, ibadah dan amal shaleh. Bukan orang yang sekarang baik, besok berbuat maksiat. Sekarang rajin beribadah besoknya malas. Nabi Muhammad saw mengatakan “Sesungguhnya Allah mencintai amal yang dilakukan seorang hamba yang walaupun sedikit namun dilakukan secara terus-menerus. (Hadist)
Lalu bagaimana caranya menggunakan ketekunan sebagai kekuatan untuk meraih kebahagiaan sejati, dunia dan akhirat. Menurut Napoleon Hill seseorang bisa belajar untuk menjadi tekun. Apa sumber ketekunan? Jawabannya sebagai berikut :
1. Kepastian tujuan. Mengetahui yang kita inginkan adalah langkah paling pertama untuk mengembangkan ketekunan. Tujuan akan memaksa seseorang untuk mengatasi berbagai kesulitan.
2. Keinginan. Keinginan adalah sarana memelihara ketekunan. Keinginan yang kuat akan mengalahkan kemalasan. Keinginan akan membuat anda mengejar sasaran-sasaran yang anda inginkan dengan tekun.
3. Kemandirian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan membuat anda berbuat dan bertindak untuk mencapai keinginan dan rencana anda dengan tekun sampai selesai, tanpa tergantung pada orang lain.
4. Kepastian rencana. Rencana yang tersusun dengan jelas dan rapi akan mendorong anda dengan tekun untuk melaksanakannya.
5. Pengetahuan akurat. Mengetahui cara dan strategi meraih tujuan, berdasarkan pemahaman ataupun pengalaman orang lain dapat mendorong ketekunan. Daripada hanya menebak-nebak apakah cara yang dilakukan efektif atau tidak
6. Kerjasama. Simpati dan pengertian dengan orang lain akan mendorong ketekunan kita untuk mencapai tujuan.
7. Kekuatan kemauan. Kemauan yang kuat dan focus untuk mencapai tujuan akan menimbulkan ketekunan
8. Kebiasaan. Ketekunan merupakan akibat dari kebiasaan. Pikiran kita menyimpan informasi tentang keberhasilan ataupun kegagalan yang kita miliki. Rasa takut, rasa malas, hanya bisa dikalahkan dengan keberanian melakukan pengulangan tindakan (kebiasaan).
Kemudian bagaimana menumbuhkan ketekunan dalam diri. Ada empat langkah sederhana versi Napoleon Hill yang tidak membutuhkan banyak kecerdasan, banyak pendidikan formal, dan bahkan hanya sedikit waktu dan usaha, yaitu :
1. Sebuah tujuan yang pasti dan didukung oleh hasrat keinginan yang menyala untuk mencapainya
2. Sebuah rencana yang pasti, dinyatakan dalam tindakan terus menerus
3. Sebuah pikiran yang tertutup rapat dari semua pengaruh negative dan menurunkan semanat, termasuk saran negative dari saahabat, kerabat dan orang terdekat kita
4. Sebuah persekutuan bersahabat dengan satu orang atau lebih yang akan mendorong kita mengikuti sampai akhir baik rencana maupun tujuan.
Inilah langkah yang akan mengantarkan kita menuju kejayaan, kebebasan berpikir, kebahagiaan sejati dan kekayaan hidup. Langkah-langkah yang akan mengubah ketakutan kita menjadi keberanian dan mengubah tantangan menjadi peluang. Rahasianya adalah ketekunan. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang tekun dalam menggapai tujuan hidup kita. Apapun yang terjadi. Buktikan sendiri bahwa ketekunan dapat mengalahkan segala rintangan.

Kamis, 07 Juni 2012

Muhammad Zainuddin Abdul Majid


Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (disingkat menjadi Hamzanwadi = Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) lahir di desa Pancor, Lombok Timur, 5 Agustus 1898 – meninggal di tempat yang sama pada 21 Oktober 1997 Masehi / 19 Jumadil Tsani 1418 Hijriah dalam usia 99 tahun menurut kalender Masehi, atau usia 102 tahun menurut Hijriah. Beliau adalah pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam yang terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB.

Kelahiran
'Al-Mukarram Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid' dilahirkan di Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Rabiul Awal 1316 Hijriah bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1898 Masehi dari perkawinan Tuan Guru Haji Abdul Madjid (beliau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Guru Mukminah atau Guru Minah) dengan seorang wanita shalihah bernama Hajjah Halimah al-Sa'diyah.

Nama kecil beliau adalah 'Muhammad Saggaf', nama ini dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa yang sangat menarik untuk dicermati, yakni tiga hari sebelum beliau dilahirkan ayah beliau, TGH. Abdul Madjid, didatangi orang waliyullah masing-masing dari Hadramaut dan Magrabi. Kedua waliyullah itu secara kebetulan mempunyai nama yang sama, yakni "Saqqaf". Kedua waliyullah itu berpesan kepada TGH. Abdul Madjid supaya anaknya yang akan lahir itu diberi nama "Saqqaf" yang artinya "tukang memperbaiki atap". Kata "Saqqaf" di Indonesia-kan menjadi "Saggaf" dan untuk dialek bahasa Sasak menjadi "Segep". Itulah sebabnya beliau sering dipanggil dengan "Gep" oleh ibu beliau, Hajjah Halimah al-Sa'diyah.
Setelah menunaikan ibadah haji, nama kecil beliau tersebut diganti dengan 'Haji Muhammad Zainuddin'. Nama ini pun diberikan oleh ayah beliau sendiri yang diambil dari nama seorang ulama besar yang mengajar di Masjid al-Haram. Akhlak dan kepribadian ulama besar itu sangat menarik hati sang ayah. Nama ulama besar itu adalah Syaikh Muhammad Zainuddin Serawak, dari Serawak, Malaysia.

Silsilah
Silsilah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tidak bisa diungkapkan secara jelas dan runtut, terutama silsilahnya ke atas, karena catatan dan dokumen silsilah keluarga beliau ikut hangus terbakar ketika rumahnya mengalami musibah kebakaran. Namun, menurut sejumlah kalangan bahwa asal usulnya dari keturunan orang-orang terpandang, yakni dan keturunan sultan-sultan Selaparang, sebuah kerajaan Islam yang pernah berkuasa di Pulau Lombok. Disebutkan bahwa Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan keturunan Kerajaan Selaparang yang ke-17. 

Pendapat ini tentu saja paralel dengan analisis yang diajukan oleh seorang antropolog berkebangsaan Swedia bernama Sven Cederroth, yang merujuk pada kegiatan ziarah yang dilakukan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ke makam Selaparang pada tahun 1971, sebelum berlangsungnya kegiatan pemilihan umum (Pemilu). Praktek ziarah semacam ini memang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, termasuk masyarakat Sasak, untuk mengidentifikasikan diri dengan leluhurnya. Disamping itu pula, Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tidak pernah secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap anggapan dan pernyataan-pernyataan yang selama ini beredar tentang silsilah ketununannya, yakni kaitan genetiknya dengan sultan-sultan Kerajaan Selaparang.

Keluarga
Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Kakak kandung beliau lima orang, yakni Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Sabur dan Hajjah Masyitah.

Ayahnya TGH. Abdul Madjid yang terkenal dengan penggilan "Guru Mu'minah" adalah seorang muballigh dan terkenal pemberani. Beliau pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah, sedangkan ibunya Hajjah Halimah al-Sa'diyah terkenal sangat salehah.

Sejak kecil al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terkenal sangat jujur dan cerdas. Karena itu tidaklah mengherankan bila ayah-bundanya memberikan perhatian istimewa dan menumpahkan kasih sayang begitu besar kepada beliau. Ketika melawat ke Tanah Suci Mekah untuk melanjutkan studi, ayah-bundanya ikut mengantar ke Tanah Suci. Ayahnya-lah yang mencarikan guru tempat beliau belajar pertama kali di Masjid Haram dan sempat menemani beliau di Tanah Suci sampai dua kali musim haji. Sedangkan ibunya Hajjah Halimatus Sa'diyah ikut bermukim di Tanah Suci mendampingi dan mengasuh beliau sampai ibunya tercintanya itu berpulang ke rahmatullah tiga setengah tahun kemudian dan dimakamkan di Mu'alla Mekah.

Dengan demikian, tampak jelaslah betapa besar perhatian ayah-bundanya terhadap pendidikan beliau. Hal ini juga tercermin dari sikap ibunya bahwa setiap kali beliau berangkat untuk menuntut ilmu, ibunya selalu mendoakan dengan ucapan "Mudah mudahan engkau mendapat ilmu yang barakah" sambil berjabat tangan serta terus memperhatikan kepergian beliau sampai tidak terlihat lagi oleh pandangan mata. Pernah suatu ketika, beliau lupa pamit pada ibunya. Beliau sudah jauh berjalan sampai ke pintu gerbang baru sang ibu melihatnya dan kemudian memanggil beliau untuk kembali, Gep, gep, gep (nama panggilan masa kecil beliau), koq lupa bersalaman?, ucap ibu beliau dengan suara yang cukup keras. Akhirnya, beliau pun kembali menemui ibunya sembari meminta maaf dan bersalaman. Lalu sang ibu mendoakan beliau. Mudah-mudahan anakku mendapatkan ilmu yang barokah. Setelah itu beliau kemudian berangkat ke sekolah. Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa betapa besar kesadaran ibunya akan penting dan mustajabnya doa ibu untuk sang anak sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW, bahwa doa ibu menduduki rangking kedua setelah doa Rasul.

Pendidikan
Pengembaraan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menuntut ilmu pengetahuan berawal dari pendidikan dalam keluarga, yakni dengan belajar mengaji [membaca Al-qur'an] dan berbagai ilmu agama lainnya, yang diajarkan langsung oleh ayahnya, yang dimulai sejak berusia 5 tahun.

Pendidikan Lokal
Setelah berusia 9 tahun, ia memasuki pendidikan formal yang disebut Sekolah Rakyat Negara, hingga tahun 1919 M. Setelah menamatkan pendidikan formalnya, beliau kemudian diserahkan oleh ayahnya untuk menuntut ilmu agama yang lebih luas dari beberapa Tuan Guru lokal, antara lain TGH. Syarafudin dan TGH. Muhammad Sa'id dari Pancor serta Tuan Guru Abdullah bin Amaq Dulaji dari desa Kelayu, Lombok Timur. Ketiga guru agama ini mengajarkan ilmu agama dengan sistem halaqah, yaitu para santri duduk bersila di atas tikar dan mendengarkan guru membaca kitab yang sedang dipelajari, kemudian masing-masing murid secara bergantian membaca.

Pendidikan di Mekah
Untuk lebih memperdalam ilmu agama, Muhammad Zainuddin remaja berangkat menuntut ilmu ke Mekah diantar kedua orang tuanya, tiga orang, kemenakan dan beberapa orang keluarga, termasuk pula TGH. Syarafuddin. Pada saat itu beliau berusia 15 tahun, yaitu menjelang musim Haji tahun 1341 H/1923 M. Sesampai di Tanah Suci, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid langsung mencari rumah kontrakan di Suqullail, Mekah.

Belajar di Masjid al-Haram
Beberapa setelah musim Haji usai, TGH. Abd. Madjid mulai sibuk mencarikan guru buat anaknya. Sampailah pencarian TGH. Abd. Madjid pada sebuah halaqah. Syaikh yang mengajar di lingkaran tersebut bernama Syaikh Marzuki, seorang keturunan Arab kelahiran Palembang yang sudah lama mengajar mengaji di Masjid Haram, yang saat itu berusia sekitar 50 tahun. Disanalah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid diserahkan untuk belajar.

Selain itu juga sempat belajar ilmu sastra pada ahli syair terkenal di Mekah, yakni Syaikh Muhammad Amin al-Kutbi dan pada saat itu berkenalan dengan Sayyid Muhsin Al-Palembani, seorang keturunan Arab kelahiran Palembang yang kemudian menjadi guru beliau di Madrasah al-Shaulatiyah.
Ketika ayah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pulang ke Lombok, ia langsung berhenti belajar mengaji pada Syaikh Marzuki, karena ia merasa tidak banyak mengalami perkembangan yang berarti dalam menuntut ilmu selama ini. Namun, ia belum sempat mencari guru, terjadi perang saudara antara kekuasaan Syarif Husein dengan golongan Wahabi.

Belajar di Madrasah al-Shaulatiyah
Dua tahun setelah terjadinya huru hara tersebut, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid muda berkenalan dengan seseorang yang bernama Haji Mawardi dari Jakarta. Dari perkenalannya itu ia diajak masuk belajar di madrasah al-Shaulatiyah, yang saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah. Pada hari pertama masuknya ia bertemu dengan Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath.

Madrasah al-Shaulatiyah adalah madrasah pertama sebagai permulaan sejarah baru dalam pendidikan di Arab Saudi. Madrasah ini sangat legendaris, gaungnya telah menggema di seluruh dunia dan telah menghasilkan banyak ulama-ulama besar dunia. TGKH. Muhammad Zainuddin masuk Madrasah al-Shaulatiyah pada tahun 1345 H (1927 M) yang waktu dipimpin (Mudir/Direktur), Syaikh Salim Rahmatullah yang merupakan cucu pendiri Madrasah al-Shaulatiyah. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap thullab yang masuk di Madrasah Al-Shaulatiyah harus mengikuti tes masuk untuk menentukan kelas yang cocok bagi thullab. Demikian pula dengan TGKH. Muhammad Zainuddin, juga ditest terlebih dahulu. Secara kebetulan diuji langsung oleh Direktur al-Shaulatiyah sendiri, Syaikh Salim Rahmatullah dan Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath.

Hasil test menentukan di kelas 3. mendengar keputusan itu, TGKH. Muhammad Zainuddin minta diperkenankan masuk kelas 2 dengan alasan ingin mendalam mata pelajaran ilmu Nahwu dan Sharaf. Semula Syaikh Hasan bersikeras agar TGKH. Muhammad Zainuddin masuk kelas 3, tetapi pada akhirnya melunak dan mengabulkan permohonan untuk masuk kelas 2 dan sejak itu TGKH. Muhammad Zainuddin secara resmi masuk Madrasah al-Shaulatiyah mulai dari kelas 2. Prestasi akademiknya sangat istimewa. Beliau berhasil meraih peringkat pertama dan juara umum. Dengan kecerdasan yang luar biasa, TGKH. Muhammad Zainuddin berhasil menyelesaikan studi dalam waktu hanya 6 tahun, padahal normalnya adalah 9 tahun. Dari kelas 2, diloncatkan ke kelas 4, kemudian loncat kelas lagi dari kelas 4 ke kelas 6, kemudian pada tahun-tahun berikutnya naik kelas 7, 8 dan 9.

Sahabat sekelas TGKH. Muhammad Zainuddin bernama Syaikh Zakaria Abdullah Bila, mengakui kejeniusannya dan mengatakan: Syaikh Zainuddin itu adalah manusia ajaib di kelasku, karena kejeniusannya yang tinggi dan luar biasa dan saya sungguh menyadari hal ini. Syaikh Zainuddin adalah saudaraku, dan kawan sekelasku dan saya belum pernah mampu mengunggulinya dan saya tidak pernah menang dalam berprestasi pada waktu saya bersama-sama dalam satu kelas di Madrasah Al-Shaulatiyah Mekah.

Predikat istimewa ini disertai pula dengan perlakuan istimewa dari Madrasah Al-Shaulatiyah. Ijazahnya ditulis langsung oleh ahli khat terkenal di Mekah, yaitu Al-Khathath al-Syaikh Dawud al-Rumani atas usul dari direktur Madrasah al-Shaulatiyah. Prestasi istimewa itu memerlukan pengorbanan, ibu yang selalu mendampingi selama belajar di Madrasah al-Shaulatiyah berpulang ke rahmatullah di Mekah. Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyelesaikan studi di Madrasah al-Shaulatiyah pada tanggal 22 Dzulhijjah 1353 H dengan predikat "mumtaz" (Summa Cumlaude).

Setelah tamat dari Madrasah al-Shaulatiyah, tidak langsung pulang ke Lombok, tetapi bermukim lagi di Mekah selama dua tahun sambil menunggu adiknya yang masih belajar, yaitu Haji Muhammad Faisal. Waktu dua tahun itu dimanfaatkan untuk belajar antara lain belajar ilmu fiqh kepada Syaikh Abdul Hamid Abdullah al-Yamani. Dengan demikian, waktu belajar yang ditempuh selama di Tanah Suci Mekah adalah 13 kali musim haji atau kurang lebih 12 tahun. Ini berarti selama di Mekah sempat mengerjakan ibadah haji sebanyak 13 kali.

Setelah selesai menuntut ilmu di Mekah dan kembali ke tanah air, TGKH. Muhammad Zainuddin langsung melakukan safari dakwah ke berbagai lokasi di pulau Lombok, sehingga dikenal secara luas oleh masyarakat. Pada waktu itu masyarakat menyebutnya 'Tuan Guru Bajang'. Semula, pada tahun 1934 mendirikan pesantren al-Mujahidin sebagai tempat pemuda-pemuda Sasak mempelajari agama dan selanjutnya pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan menamatkan santri (murid) pertama kali pada tahun ajaran 1940/1941.

Teks miring== Kepemimpinan == Kesuksesan perjuangan seseorang tokoh atau pemimpin banyak ditentukan oleh pola kepemimpinannya. Kearifan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya akan menentukan keberhasilan perjuangannya.

Perjuangan dan kepemimpinan merupakan dua hal yang saling mengkait, karena perjuangan itu akan berhasil baik, apabila pola pendekatan yang dipergunakan dalam kepemimpinan itu baik. Di samping itu, kepemimpinan yang arif dan bijaksana akan menghasilkan keberhasilan perjuangan.

Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai ulama' besar di Indonesia karena ilmu yang dimiliki sangat luas dan mendalam. Demikian juga charisma beliau sebagai sosok figure ulama demikian besar. Beliau adalah tokoh panutan yang sangat berpengaruh karena kearifan dan kebijaksanaannya. Perjuangan dan kepemimpinan beliau senantiasa diarahkan untuk kepentingan umat. Penghargaan dan penghormatan yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa kepadanya terutama kepada guru-guru beliau diwujudkan dalam bentuk yang dapat memberikan manfaat kepada umat.

Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa penghargaaan beliau kepada mahaguru yang paling dicintai dan disayangi. Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath diwujudkan dalam bentuk pondok pesantren Hasaniyah NW di Jenggik, Lombok Timur. Penghargaan kepada mahagurunya Maulana Syaikh Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi diwujudkan dalam bentuk Pondok Pesantren Aminiyah NW di Bonjeruk Lombok Tengah, dan penghargaan kepada Mahagurunya Maulana al-Syaikh Salim Rahmatullah beliau sudah merencanakan untuk mendirikan sebuah Pondok Pesantren di Lombok Timur. Pola kepemimpinan yang beliau contohkan di atas hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki wawasan ilmu yang dalam serta pemimpin yang memiliki kearifan dan kebijaksanaan.

Demikian pula tentang pendekatan yang beliau lakukan selalu bernilai paedagogik dalam arti mengandung nilai-nilai pendidikan. Beliau tidak mau bahkan tidak pernah bersikap sebagai pembesar yang disegani. Beliau selalu bertindak sebagai pengayom yang berada di tengah-tengah jama'ah dan senantiasa menempatkan diri sesuai dengan keberadaan dan kemampuan mereka. Demikian juga halnya di kala beliau memberikan fatwanya selalu disesuaikan dengan kondisi dan jangkauan alam pikiran murid dan santerinya.
Pembawaan dan sikap hidup beliau selalu menunjukkan kesederhanaan. Inilah yang membuat beliau selalu dekat dengan para warganya dan murid-muridnya dengan tidak mengurangi kewibawaan dan charisma yang beliau miliki. Keluhan yang disampaikan para warga dan muridnya ditampung, di dengar, dan dicarikan jalan penyelesaiannya dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan dengan tidak merugikan salah satu pihak.

Untuk melanjutkan dan mengembangkan perjuangan Nahdlatul Wathan di masa datang, beliau sangat mendambakan munculnya kader-kader yang memiliki potensi dan militansi, serta loyalitas yang tinggi, baik dari segi semangat, wawasan, maupun bobot keilmuan. Dalam banyak kesempatan beliau sering menyampaikan keinginannya agar murid dan santri beliau memiliki ilmu pengetahuan sepuluh bahkan seratus kali lipat lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan yang beliau miliki. Demikian motovasi yang selalu beliau kumandangkan supaya murid dan santri beliau lebih tekun dan berpacu dalam menuntut ilmu pengetahuan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dalam menerima dan menghadapi para murid dan santeri serta warga Nahdlatul Wathan, beliau tidak pernah membedakan antara yang satu dengan yang lain. Semua murid dan santeri serta warga Nahdlatul Wathan di berikan perhatian dan kasih saying yang sama besarnya, bagaikan cinta dan kasih saying seorang bapak kepada anak-anaknya.

Yang membedakan murid dan santeri di hadapan beliau adalah kadar keikhlasan dan sumbangsihnya kepada Nahdlatul Wathan. Dan, untuk membina dan memonitor kualitas kader Nahdlatul Wathan, beliau mengeluarakan wasiat dalam bahasa Arab, yang artinya:
Dengan menyebut nama Allah dan dengan memuji-Nya semoga keselamatn tetap tercurah padamu, demikian pula rahmat Allah, keberkatan, ampunan dan ridha-Nya.

Anak-anak yang setia dan murid-muridku yang berakal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu disisiku ialah yang paling banyak bermanfaat untuk perjuangan Nahdlatul Wathan dan sejahat-jahat kamu disisiku ialah yang paling banyak merugikan perjuangan Nahdlatul Wathan.

Karena itu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, berjuanglah kemudian berjuanglah di jalan Nahdlatul Wathan untuk mempertinggi citra agama dan negara. Niscaya kamu dengan kekuasaan Allah swt. Tergolong pejuang agama, orang saleh dan mukhlish baik pada waktu sendirian maupun pada waktu bersama orang lain.

Semoga Allah membukakan pintu rahmat untuk kami dan kamu dan semoga ia menganugerahi kami dan kamu serta para simpatisan Nahdlatul Wathan masuk surga dan nikmat tambahan yang tiada taranya, yaitu melihat zat-Nya dari dalam surga.

Demikianlah, wasiat ini dikeluarkan setelah terlihat beberapa kader dari kalangan alumni Madrasah NWDI, dan mereka yang sudah dibiayai beliau untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi keluar dari garis perjuangan oraganisasi. Tidak taat pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh beliau. Memang dalam rangka kaderisasi beliau banyak memberikan bantuan kepada alumni NWDI jdan orang-orang lain untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dengan nawaitu khusus dan perjanjian khusus pula, yaitu untuk setia membela dan memperjuangkan cita-cita NWDI, NBDI dan NW. Alhamdulillah banyaklah di antara mereka yang benar-benar menepati janjinya dengan tulus. Sebaliknya ada juga yang khianat pada janjinya, tidak malu merobek-robek nawaitu pengirimannya. Eksistensi dan aplikasi dari wasiat ini menjadi tolok ukur kualitas dan kader ketaatan serta keihklasan kader-kader Nahdlatul Wathan.

Di samping itu, untuk mempertegas Wasiat Renungan Masa I dan II berbahasa Indonesia dalam bentuk puisi. Wasiat Renungan Masa ini berisikan nasihat, fatwa dan pedoman bagi warga Nahdlatul Wathan dalam berjuang.

Lahirnya wasitat-wasiat tersebut merupakan konsekuensi logis dari pola kepemimpinan beliau yang selalu menekankan hubungan guru dan murid. Beliau adalah figur pemimpin yang selalu menekankan agar tetap terjalin dan terpelihara hubungan antara guru dan murid. Menurut prinsip beliau bahwa tidak ada guru yang membuang murid akan tetapi kebanyakan murid yang membuang guru.

Perjuangan
TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid belajar di Tanah Suci Mekah selama 13 tahun kemudian kembali ke Indonesia atas perintah dari guru beliau yang paling di kagumi, yakni Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath, pada tahun 1934. Setiba di Pulau Lombok beliau mendirikan Sekembali dari Tanah Suci Mekah ke Indonesia mula-mula beliau mendirikan pesantren al-Mujahidin pada tahun 1934 M. kemudian pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 M. beliau mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus untuk mendidik kaum pria. Kemudian pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943 M. beliau mendirikan madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum wanita. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan. Dan secara khusus nama madrasah tersebut diabadikan menjadi nama pondok pesantren 'Dar al-Nahdlatain Nahdlatul Wathan'. Istilah 'Nahdlatain' diambil dari kedua madrasah tersebut. Beliau aktif berdakwah keliling desa di Pulau Lombok dan mengajar.

Pada tahun 1952, madrasah-madrasah cabang NWDI-NBDI yang didirikan oleh para alumni di berbagai daerah telah berjumlah 66 buah. Maka untuk mengkoordinir, membina dan mengembangkan madrasah-madrasah cabang tersebut beserta seluruh amal usahanya, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan yang bergerak di dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah islamiyah pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H/1 Maret 1953 M. sampai dengan tahun 1997 ini lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola oleh Organisasi Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, begitu juga lembaga sosial dan dakwah islamiyah Nahdlatul Wathan berkembang dengan pesat bukan hanya di NTB melainkan juga diberbagai daerah di Indonesia seperti NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sulawesi, Kalimantan, bahkan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya.

Pada zaman penjajahan, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga menjadikan madrasah NWDI dan NBDI sebagai pusat pergerakan kemerdekaan, tempat menggembleng patriot-patriot bangsa yang siap bertempur melawan dan mengusir penjajah. Bahkan secara khusus al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bersama guru-guru Madrasah NWDI-NBDI membentuk suatu gerakan yang diberi nama "Gerakan al-Mujahidin". Gerakan al-Mujahidin ini bergabung dengan gerakan-gerakan rakyat lainnya di Pulau Lombok untuk bersama-sama membela dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Bangsa Indonesia. Dan pada tanggal 7 Juli 1946, TGH. Muhammad Faizal Abdul Majid adik kandung Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memimpin penyerbuan tanksi militer NICA di Selong. Namun, dalam penyerbuan ini gugurlah TGH. Muhammad Faisal Abdul Madjid bersama dua orang santri NWDI sebagai Syuhada' sekaligus sebagai pencipta dan penghias Taman Makam Pahlawan Rinjani Selong, Lombok Timur.

Al Mukkarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai ulama' pemimpin umat, dalam kehidupan bermasyarakt dan berbangsa telah mengemban berbagai jabatan dan menanamkan berbagai jasa pengabdian, di antaranya :
  • Pada tahun 1934 mendirikan pesantren al-Mujahidin
  • Pada tahun 1937 mendirikan Madrasah NWDI
  • Pada tahun 1943 mendirikan madrasah NBDI
  • Pada tahun 1945 pelopor kemerdekaan RI untuk daerah Lombok
  • Pada tahun 1946 pelopor penggempuran NICA di Selong Lombok Timur
  • Pada tahun 1947/1948 menjadi Amirul Haji dari Negara Indonesia Timur
  • Pada tahun 1948/1949 menjadi anggota Delegasi Negara Indonesia Timur ke Arab Saudi
  • Pada tahun 1950 Konsulat NU Sunda Kecil
  • Pada tahun 1952 Ketua Badan Penaseha Masyumi Daerah Lombok
  • Pada tahun 1953 mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan
  • Pada tahun1953 Ketua Umum PBNW Pertama
  • Pada tahun 1953 merestui terbentuknya parti NU dan PSII di Lombok
  • Pada tahun 1954 merestui terbentuknya PERTI Cang Lombok
  • Pada tahun 1955 menjadi anggota Konstituante RI hasil Pemilu I (1955)
  • Pada tahun 1964 mendiriakn Akademi Paedagogik NW
  • Pada tahun 1964 menjadi peserta KIAA (Konferensi Islam Asia Afrika) di Bandung
  • Pada Tahun 1965 mendirikan Ma'had Dar al-Qu'an wa al-Hadits al-Majidiyah Asy-Syafi'iyah Nahdlatul Wathan
  • Pada tahun 1972-1982 sebagai anggota MPR RI hasil pemilu II dan III
  • Pada tahun 1971-1982 sebagai penasihat Majlis Ulama' Indonesia (MUI) Pusat
  • Pada tahun 1974 mendirikan Ma'had li al-Banat
  • Pada Tahun 1975 Ketua Penasihat Bidang Syara' Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram (sampai 1997)
  • Pada tahun 1977 mendirikan Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1977 menjadi Rektor Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1977 mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1978 mendirikan STKIP Hamzanwadi
  • Pada tahun 1978 mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Hamzanwadi
  • Pada tahun 1982 mendirikan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi
  • Pada tahun 1987 mendirikan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Pada tahun 1987 mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Hamzanwadi
  • Pada tahun 1990 mendirikan Sekolah Tinggi Ilamu Dakwah Hamzanwadi
  • Pada tahun 1994 mendirikan Madrasah Aliyah Keagamaan putra-putri
  • Pada tahun 1996 mendirikan Institut Agama Islam Hamzanwadi
Oleh karena jasa-jasa beliau itulah, maka pada tahun 1995 belau dianugerahi Piagam Penghargaan dan medali Pejuang Pembangunan oleh pemerintah. Disamping itu, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid selaku seorang mujahid selalu berupaya mengadakan inovasi dalam gerakan perjuangannya untuk meningkatkan kesejahteraan ummat demi kebahagian di dunia maupun di akhirat.

Di antara inovasi/rintisa-rintisan beliau adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran agama Islam di NTB dengan sistem madrasi, membuka lembaga pendidikan khusus untuk wanita, mengadakan ziarah umum Idul Fitri dan Idul Adha dengan mendatangai jamaah di samping didatangi, meyelenggarakan pengajian umum secara bebas, mengadakan gerakan doa dengan berhizib, mengadakan syafa'at al-kubro, menciptakan tariqat, yakni tariqat Hizib Nahdlatul Wathan, membuka sekolah umum disamping sekolah agama (madrasah), menyusun nazam berbahasa Arab bercampur bahasa Indonesia, dan lain-alin.
Sebagai seorang Ulama' mujahid beliau telah memberikan keteladanan yang terpuji. Seluruh sisi kehidupan beliau, beliau isi dengan perjuangan memajukan agama, nusa dan bangsa. Tegasnya, tiada hari tanpa perjuangan. Itulah yang senantiasa terlihat dan terkesan dari seluruh sisi kehidupan beliau yang patut dicontoh dan diteladani oleh seluruh pengikut dan murid beliau.

Karya
Al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid selaku ulama' pewaris para Nabi, di samping menyampaikn dakwah bi al-hal wa bi al-lisan, juga tergolong penulis dan pengarang yang produktif. Bakat dan kemampuan beliau sebagai pengarang ini tumbuh dan berkembang sejak beliau masih belajar di Madrasah Shaulatiyah Mekah. Namun karena banyaknya dan padatnya kegiatan keagamaan dan keasyarakatan yang harus diisi maka peluang dan kesempatan untuk memperbanyak tulisan tampaknya sangat terbatas. Kendatipun demikian di tengah-tengah keterbatasan waktu itu, beliau masih sempat mengarang beberapa kitab, kumpulan doa, dan lagu-lagu perjuangan dalam bahasa Arab, Indonesia dan Sasak.

Dalam bahasa Arab
  • Risalah al-Tauhid
  • Sullam al-Hija Syarah Safinah al-Naja
  • Nahdlah al-Zainiah
  • At Tuhfah al-Amfenaniyah
  • Al Fawakih al-Nahdliyah
  • Mi'raj al-Shibyan ila Sama'i Ilm al-Bayan
  • Al-Nafahat ‘ala al-Taqrirah al-Saniyah
  • Nail al-Anfal
  • Hizib Nahdlatul Wathan
  • Hizib Nahdlatul Banat
  • Tariqat Hizib Nahdlatul Wathan
  • Shalawat Nahdlatain
  • Shalawat Nahdlatul Wathan
  • Shalawat Miftah Bab Rahmah Allah
  • Shalawat al-Mab'uts Rahmah li al-‘Alamin
Dalam bahasa Indonesia dan Sasak
  • Batu Ngompal
  • Anak Nunggal
  • Taqrirat Batu Ngompal
  • Wasiat Renungan Masa I dan II
Nasyid/Lagu Perjuangan
  • Ta'sis NWDI
  • Imamuna al-Syafi'i
  • Ya Fata Sasak
  • Ahlan bi Wafid al-Zairin
  • Tanawwar
  • Mars Nahdlatul Wathan
  • Bersatulah Haluan
  • Nahdlatain
  • Pacu Gama'
  • …dan lain sebagainya.
Wafat
Tarikh akhir 1997 menjadi masa kelabu Nusa Tenggara Barat. Betapa tidak, hari Selasa, 21 Oktober 1997 M / 20 Jumadil Akhir 1418 H dalam usia 99 tahun menurut kalender Masehi, atau usia 102 tahun menurut Hijriah. Sang ulama karismatis, Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 19.53 Wita di kediaman beliau di desa Pancor, Lombok Timur. Tiga warisan besar beliau tinggalkan: ribuan ulama, puluhan ribu santri, dan sekitar seribu lebih kelembagaan Nahdlatul Wathan yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Pada akhirnya, perjuangan beliau dalam menegakkan syiar Islam dan pendidikan dibumi Indonesia tidak boleh terhenti begitu saja, namun harus terus di lanjutkan oleh siapa saja, baik umat muslim Indonesia secara keseluruhan dan masyarakat Sasak pada umumnya, maupun oleh kader-kader Nahdlatul Wathan yang telah di didik melalui lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan serta seluruh warga Nahdlatul Wathan (abituren, pencinta dan simpatisan) pada khususnya.